Diskusi Beradab ala StackOverflow

StackOverflow adalah website (community-driven) tanya jawab seputar permasalahan software development. Developer yang memiliki permasalahan atau masih bingung akan suatu konsep pemrograman tertentu bertanya melalui website ini, kemudian developer lain yang akan memberikan jawaban untuk permasalah tersebut. For Free.

Sekilas seperti forum tanya jawab biasa memang, namun tentu saja tidak. Saat ini StackOverflow telah menjadi salah satu rujukan utama para developer untuk mencari referensi cepat untuk menyelesaikan permasalahan. Pasalnya hampir semua pertanyaan seputar pengembangan perangkat lunak pernah ditanyakan pada website ini, dan tentu saja konten jawaban / diskusi yang tersedia lebih to the point daripada dokumentasi manual. Bagaimana sebuah forum tanya jawab bisa mejadi seperti itu?

Ada beberapa aspek yang membuat konten di StackOverflow menjadi bermutu dan diskusinya tidak berubah menjadi debat kusir, yaitu:

  1. Pertanyaan yang berkualitas
  2. Jawaban yang berkualitas
  3. Rating untuk penanya maupun penjawab
  4. Kontrol dari komunitas

Bertanya di StackOverflow

Untuk dapat bertanya di StackOverflow tidaklah mudah. Pada saat seorang pengguna meng-click tombol “Ask Question”, pengguna tidak langsung disuguhkan form untuk bertanya, sebaliknya malah diberikan “khutbah” bagaimana cara bertanya yang baik. Langkah pertama sebelum bertanya adalah mencari apakah pertanyaan tersebut pernah ditanyakan sebelumnya, jadi yang pertama kali disuguhkan adalah form pencarian pertanyaan. Jika pengguna sudah yakin belum pernah ada yang menanyakan hal yang sama sebelumnya, maka mereka harus mencentang check “thanks, I will keep these tips in mind when asking” dan klik link untuk menuju ke form pertanyaan sebenarnya.

Tidak berhenti sampai di situ, untuk bertanya kita harus memberikan judul pertanyaan terlebih dahulu dan ketika kita mengetikkan judul pertanyaan StackOverflow akan memberikan kita list pertanyaan yang sudah pernah ditanyakan sebelumnya dan mirip dengan judul pertanyaan kita. Kalau memang tidak ada yang sama, barulah kita mengisikan konten pertanyaan dan juga kata kunci pertanyaan kita.

Sampai di sini, kalau masih ada pengguna yang ngotot bertanya dengan tidak mengindahkan peraturan dan etika bertanya, pengguna lain (dengan poin reputasi tertentu) dapat memberikan penilaian (positif atau negatif) terhadap pertanyaan kita. Bukan hanya itu, beberapa pengguna lain bahkan dapat menutup pertanyaan kita secara paksa jika ternyata memang pertanyaan kita tidak mengindahkan aturan dan etika.

Menjawab Pertanyaan di StackOverflow

Sedangkan untuk pengguna yang ingin menjawab pertanyaan memang prosedurnya nggak seribet untuk bertanya, namun aturan jawaban pertanyaan tetap ada, dan secara umum aturan tersebut akan dijalankan oleh pengguna lain yang sudah memiliki reputasi yang baik. Pada dasarnya aturan yang diberlakukan adalah memastikan kita untuk memberikan jawaban yang berkualitas, bukan jawaban yang asal ngawur, apalagi jawaban sampah seperti “ane gak tahu gan”, “sundul dulu”, “bawah ane mungkin tahu”, dan lain sebagainya.

Meskipun aturan jawaban tidak harus berdasarkan referensi ilmiah sebagaimana halnya pada disiplin akademik, namun secara garis besar jawaban yang diberikan harus mengarah solusi dan bukan hanya berdasarkan opini semata. Karena pengguna situs ini adalah developer, maka biasanya jawabanya hasil dari pengalaman pribadi, uji coba studi kasus dadakan, atau penjelasan dari dokumentasi manual yang sudah ada.

Terkadang ada juga pengguna yang memberikan jawaban yang buruk, seperti jawaban berdasarkan opini, jawaban yang terlalu pendek dan tidak jelas, atau jawaban yang sama dengan jawaban orang lain tanpa diberikan tambahan keterangan yang berarti, maka pengguna tersebut akan mendapatkan reputasi buruk dari pengguna lain. Dan tentu saja pada poin tertentu reputasi buruk ini akan mengakibatkan pengguna tersebut tidak dapat melakukan posting jawaban lagi hingga dia mendapatkan reputasi baik kembali.

Sistem Rating & Reputasi di StackOverflow

Sekilas memang riskan memberikan kemampuan pada pengguna untuk menilai/rate pengguna lain. Kemampuan ini bisa disalahgunakan untuk pembunuhan karakter tentu saja. Tapi dalam aturan StackOverflow tidaklah semudah itu. Tidak semua pengguna dapat memberikan penilaian terhadap pertanyaan atau jawaban dari pengguna lain. Hanya pengguna yang sudah mendapatkan level reputasi tertentu saja yang dapat memberikan penilaian terhadap pengguna lain, untuk memastikan hanya pengguna yang capable saja yang diperbolehkan menilai orang lain.

Kemudian mungkin timbul pertanyaan, kenapa banyak pengguna yang mau meluangkan waktu menjawab pertanyaan (seringkali jawabannya sangat panjang hampir seperti artikel) dengan aturan yang seketat itu secara gratis? Salah satu alasannya adalah reputasi. Ketika sebuah forum diskusi (atau tanya jawab) dunia maya menjadi rujukan utama dalam suatu bidang, maka reputasi yang didapatkan dalam forum diskusi tersebut akan berefek ke dunia nyata. Terbukti bahwa banyak perusahaan besar mencari informasi calon pegawai salah satunya adalah melalui reputasi di StackOverflow. Semakin besar kontribusi dan reputasi mereka pada situs ini, maka semakin besar juga kesempatan mereka untuk mendapatkan pekerjaan di perusahaan besarĀ  tersebut. Bahkan perusahaan sebesar Google pun menggunakan reputasi StackOverflow sebagai salah satu parameter pencarian calon pegawai baru atau product ambassador mereka.

StackOverflow adalah salah satu contoh forum online yang mampu menata attitude komunitasnya menjadi beradab dalam berdiskusi untuk membentuk iklim diskusi yang kondusif, tidak mengedepankan debat kusir, dan tentu saja bertujuan pada solusi. Meskipun siapa saja bisa berkontribusi dalam forum tersebut, namun dengan attitude yang sudah tertata dengan baik, maka bisa dipastikan hanya konten berkulitas saja yang diposting pada forum tersebut.

Penutup

Selanjutnya di tengah iklim diskusi sosial media yang semakin tidak sehat di mana banyak orang melakukan posting berita palsu (hoax) kemudian dibalas dengan berita palsu juga (hoax), atau lebih parah dengan jawaban caci maki, mungkinkah menerapkan model diskusi ala StackOverflow tersebut?

Jika kita berbicara kemungkinan, pasti jawabannya “mungkin saja”. Tapi bagaimanakah langkah kita menuju ke sana?

Saat ini kalau kita menggunakan sosial media seperti facebook atau twitter, hal itu masih belum mungkin dilakukan, karena memang itu bukan basis bisnis mereka. Facebook & Twitter tidak mengenal tanggapan negatif, hanya tanggapan positif saja. Beberapa forum dan media sosial dalam negeri pun sepertinya belum ada yang bisa mengadopsi secara penuh penerapan peraturan seperti StackOverflow secara strict. Bahkan Kaskus yang sudah menerapkan sistem Cendol dan Bata sekalipun masih banyak beredar posting-posting sampah atau bahkan tipuan.

Pertanyaan selanjutnya jika ada media sosial yang berkomitmen menerapkan peraturan strict seperti halnya StackOverflow untuk melakukan filter berita dan postingan sampah, apakah kita akan mendukungnya, bersikap abai, atau bahkan mengkritisinya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *