Ijazah adalah bukti bahwa seseorang telah menyelesaikan sebuah jenjang pendidikan. Sesorang yang memiliki ijazah S1 seringkali dianggap akan memiliki kehidupan lebih layak dibanding mereka yang hanya berijazah SMA/SMK karena akan lebih mudah mencari pekerjaan dengan gaji besar. Sampai akhirnya lulusan SMA/SMK memutuskan melanjutkan pendidikan ke perguruan tingga tanpa pikir panjang apa yang sebenarnya mereka cari. Banyak yang kemudian asal masuk kuliah kemudian lulus dan mendapat gelar sarjana dengan harapan mudah mencari pekerjaan. Sebenarnya ada hal yang jauh lebih penting dari ijazah yaitu skill dan kompetensi. Akan menjadi sia sia apabila telah menyelesaikan pendidikan hingga S1 namun tanpa adanya kompetensi atau skill yang dimiliki, karena Ijazah bukanlah segala-galanya dan bukanlah satu satunya cara meraih kesuksesan.

Jika kompetensi atau skill lebih penting dibanding gelar. Apakah artinya kita harus mengenjar kompetensi saja tanpa harus susah payah kuliah untuk mendapatkan ijazah ? Tentu saja tidak!

Tak dapat dipungkiri, di kebanyakan perusahaan selalu mengedepankan ijazah dalam menentukan layak atau tidaknya seseorang bekerja. Ijazah dianggap sebagai tolak ukur utama untuk menentukan seseorang berkompetensi atau tidaknya. Nah saat sesi wawancara atau interview, barulah kompetensimu diuji apakah sesuai dengan ijazah, lebih baik atau justru lebih buruk. Itulah mengapa sesuai dengan yang diungkapkan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim dalam pidatonya saat hari guru bahwa ijazah tak selalu menjamin kompetensi. Selain merugikan perusahaan, seseorang dengan gelar namun tanpa kompensi akan merugikan dirinya sendiri. Bukannya enjoy saat bekerja, justru merasa tertekan dan kesulitan karena tidak sesuai dengan standar kompetensi.

Agar tidak terjebak menjadi mahasiswa tanpa kompetensi, mahasiswa harusnya dididik untuk mengejar kompetensi bukan ijazah dan gelar. Kompetensi apapun itu bahkan yang tak sesuai dengan jurusan kuliahnya. Karena sebanrnya mahasiswa dituntut tidak hanya punya kompetensi namun juga dituntut untuk terus memperbarui kompetensinya. Kompetensi ini bisa didapatkan apabila mahasiswa mempunyai tujuan yang jelas. Untuk itu sangat tidak dianjurkan menjadi mahasiswa yang asal asalan kuliah, sekedar masuk kelas, absen dan pulang tanpa tambahan pengetahuan, karena ketika lulus kuliah dan tidak mempunyai kompetensi yang dibutuhkan perusahaan, pada akhirnya mereka akan tetap susah mencari pekerjaan meskipun bergelar sarjana.

Selain pengaruh dari diri sendiri mengenai pentingnya skill dan kompetensi, hal ini juga dipengaruhi oleh Universitas. Oleh karena itu perlu pertimbangan yang matang saat menentukan kemana akan melanjutkan pendidikan. Pilihlah Universitas yang tidak hanya mampu memberimu gelar sarjana namun juga mampu membantumu mengasah skill dan kompetensi. Masalahnya Masih adakan Universitas yang tidak hanya mengejar gelar sarjana namun juga kompetensi setiap mahasiswanya ? Tentu saja masih ada.

Universitas Dian Nuswantoro adalah salah satu Universitas di Semarang yang terus konsisten meningkatkan skill dan kompetensi mahasiswanya. Universitas Dian Nuswantoro adalah Universitas pilihan utama dalam dalam bidang pendidikan dan kewirausahaan. Selain dibekali skill dan kompetensi berdasarkan program studi yang dipilih, Universitas Dian Dian Nuswantoro juga membekali seluruh mahasiswanya dengan skill kewirausahaan, dengan harapan mahasiswa tidak hanya mampu bekerja di perusahaan namun juga mampu membuka lampangan pekerjaan sendiri. Nah tunggu apa lagi bergabunglah bersama UDINUS, informasi selengkapnya mengenai UDINUS bisa kamu lihat diĀ http://dinus.ac.id dan saat ini UDINUS sedang membuka pemdaftaran mahasiswa baru jalur PMDK yaitu jalur prestasi tanpa tes dan berkesempatan mendapat potongan uang UPSI hingga 100%. informasi selengkapnya silahkan kunjungi http://pmb.dinus.ac.id.